Peninjau

Senin, 22 Juni 2020

MENYIKAPI PERBUATAN ORANG LAIN

Terkadang kita menduga orang lain sok tahu, padahal kita sendiri sebenarnya yang sok tahu. Terkadang kita menuduh orang lain sombong, padahal kesombongan itu justru sedang mengepung kita. Terkadang kita menilai orang lain congkak, padahal kecongkakan itu sebenarnya sedang menghinggapi diri kita. Dan teruslah sifat-sifat buruk senantiasa kita tuduhkan kepada orang lain. Tanpa kita sadari, sebenarnya sifat-sifat buruk yang kita tuduhkan itu mengarah kepada diri kita sendiri.
Jika kita menyadari bagaimana hakikat dari tuduhan kita terhadap orang lain, tentu kehidupan ini akan terasa nyaman dan ringan. Kita tidak akan merasa, bahwa kita sedang berada dalam kesengsaraan. Kita tidak akan merasa, bahwa diri kita tersakiti oleh orang lain. Kita tidak akan merasa, bahwa diri kita tertekan. Dan secara bersamaan orang lain pun akan ikut merasa sebagaimana yang kita rasakan.
Dalam kehidupan sosial kemanusiaan agar kita merasa nyaman, kita harus senantiasa berpraduga baik terhadap orang lain dengan dilandasi pengetahuan pergaulan yang baik pula. Adanya perasaan kita yang tidak nyaman ketika kita berada di tengah-tengah mereka disebabkan oleh perasaan kita terhadap orang lain yang terlalu berlebihan. Pantas Nabi SAW pernah bersabda :
اِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحـَدِيْثِ
Waspadalah dengan prasangka, sebab prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.
Terkadang kita sudah berbaik sangka terhadap orang lain, tapi justru orang lain yang berburuk sangka kepada kita. Lahirlah ketidaknyamanan pada diri kita. Terpaksa kita memaksakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang terbaik agar orang lain berprasangka baik kepada kita, padahal kita tak mampu sebenarnya melakukannya. Jika hal ini terus menerus kita lakukan, maka kita sebenarnya sudah memaksa diri kita masuk ke dalam kebinasaan. Kita harus tahu, bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain untuk menyukai kita, dan kita pun tidak dapat memaksa diri kita untuk menyukai orang lain. Rasa suka dan benci itu adalah sunnatullah. Kita di dunia ini hanya diberi tugas untuk melakukan kebaikan karena Allah semaksimal mungkin tanpa melihat sikap orang lain kepada kita. Cuma Allah memberikan solusi dalam pergaulan kita dengan firmanNya :
وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ
Dan berpalinglah kamu dari orang-orang jahil.
Alangkah indahnya jika kita menyederhanakan sikap kita terhadap lingkungan tempat kita bergaul, karena hanya kesederhanaanlah yang dapat membuat kita nyaman dalam bergaul.

Ditulis oleh :
Muh. Sofwan Sy