Peninjau

Selasa, 23 Februari 2021

MEMILIH HARI

Dari Al Shodiq radhiallahu'anhu (tentang memilih hari untuk beraktivitas di bulan Hijriyah) :

1. Tanggal 1 adalah hari keberuntungan,  hari yang baik untuk melakukan pertemuan dengan Umara, mencari kebutuhan, berjual beli, bertani, dan bepergian.

2. Tanggal 2 adalah hari yang baik untuk melakukan: perjalanan dan mencari kebutuhan.

3. Tanggal 3 adalah hari yang buruk, hari yang tidak pantas untuk melakukan aktivitas apa pun.

4. Tanggal 4 adalah hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan, tapi makruh ( tidak disukai) untuk mengadakan perjalanan atau bepergian.

5. Tanggal 5 adalah hari yang buruk, nahas.

6. Tanggal 6 adalah hari yang diberkahi, hari yang baik untuk melangsungkan per-kawinan dan mencari kebutuhan.

7. Tanggal 7 adalah hari yang diberkahi lagi terpilih. Hari yang baik untuk segala maksud dan perjalanan.

8. Tanggal 8 adalah hari yang baik untuk melakukan segala kebutuhan selain bepergian, karena di hari itu dimakruhkan melakukan perjalanan.

9. Tanggal 9 adalah hari yang diberkahi. Hari yang baik untuk melakukan segala apa yang dimaksudkan oleh manusia. Orang yang melakukan perjalanan di hari tersebut akan diberi  harta, dan diyakini dalam perjalannannya ada segala kebaikan.

10. Tanggal 10 adalah hari yang baik untuk memenuhi segala hajat kebutuhan, kecuali untuk menemui sang raja (presiden). Dan barang siapa yang kabur dari raja, maka dia dapat tertangkap. Dan barang siapa yang kehilangan barang miliknya, maka ia dapat menemukannya kembali. Hari tersebut adalah hari yang baik untuk berjual beli. Dan barang siapa yang sakit tepat di hari itu, maka dia dapat sembuh (pulih kembali).

11. Tanggal 11 adalah (hari yang) baik untuk berjual beli, dan untuk seluruh kebutuhan, dan untuk melakukan perjalanan selain masuk menemui penguasa, dan sesung-guhnya bersembunyi (tidak melakukan ke-giatan keluar) adalah baik.

12. Tanggal 12 adalah hari yang baik yang diberkahi. Oleh karena itu, carilah di tanggal ini hajat-hajat anda dan berusahalah untuk  kebutuhan anda, sebab segala kebutuhan anda itu akan terpenuhi.

13. Tanggal 13 adalah hari naas berlangsung. Oleh karena itu, takutlah (waspadalah) anda di tanggal ini (untuk melakukan) segala aktivitas.

14. Tanggal 14 adalah (hari yang) baik untuk segala keperluan dan aktivitas.

15. Tanggal 15 adalah (hari) yang baik untuk segala keperluan yang anda kehendaki. Oleh karena itu, carilah di tanggal ini segala keperluan anda, sebab keperluan anda itu akan terpenuhi.

16. Tanggal 16 adalah (hari) yang tidak baik yang tercela untuk segala hal.

17.  Tanggal 17 adalah (hari) yang baik lagi terpilih. Oleh karena itu, carilah di tanggal ini apa yang anda kehendaki, silahkan anda melakukan pernikahan, berjual beli, ber-cocok tanam, menemui penguasa dalam rangka mendapatkan kebutuhan anda, sebab akan terpenuhi.

18. Tanggal 18 adalah (hari) yang terpilih lagi baik untuk mengadakan perjalanan, mencari keperlua. Dan barang siapa di tanggal ini di serang oleh musuhnya, maka dia akan mengalahkannya, menguasainya, dan akan unggul dari musuhnya dengan kuasa Allah SWT.

19. Tanggal 19 adalah (hari) yang baik yang terpilih untuk segala keperluan, bepergian, membangun (tempat tinggal), bercocok tanam, dan menemui penguasa.

20. Tanggal 20 adalah (hari) yang terpilih lagi baik untuk segala aktivitas. Dan orang yang terlahir di tanggal ini akan dilimpahkan keberkahan.

21. Tanggal 21 adalah (hari) naas yang berlangsung.

22. Tanggal 21 adalah (hari) yang terpilih lagi baik untuk mengadakan jual beli, menemui penguasa, bepergian, dan ber-sedekah.

23. Tanggal 23 adalah (hari) yang terpilih lagi baik sekali khususnya untuk menga-dakan perkawinan, seluruh kegiatan perda-gangan, dan menemui penguasa.

24. Tanggal 24 adalah (hari) naas yang kurang baik untuk beraktivitas.

25. Tanggal 25 adalah (hari) yang tidak baik lagi tercela untuk beraktivitas yang harus diwaspadai dalam melakukan segala sesuatu.

26. Tanggal 26 adalah (hari) yang baik untuk segala keperluan selain mengadakan perkawinan, dan bepergian. Dan disarankan untuk bersedekah di tanggal ini, karena anda akan mendapatkan kemanfaatan sedekah di hari tersebut.

27. Tanggal 27 adalah (hari) yang baik dan terpilih untuk segala keperluan, segala maksud, dan menemui penguasa.

28. Tanggal 28 adalah (hari) yang tercela (untuk melakukan kegiatan).

29. Tanggal 29 adalah (hari) yang terpilih lagi baik untuk segala keperluan, selain untuk sang juru tulis, karena sang juru tulis tidak begitu disukai untuk mencatat sesuatu dan saya (maksudnya Al Shadiq) tidak melihat sang juru tulis berusaha dalam mencari keperluan, padahal ia mampu untuk melakukannya. Dan barang siapa sakit di tanggal ini, dia akan lekas pulih. Barang siapa bepergian di tanggal ini, dia akan mendapatkan harta yang banyak. Barang siapa lari (kabur) di tanggal ini, dia akan kembali.

30. Tanggal 30 adalah (hari) yang terpilih lagi baik untuk segala sesuatu, untuk segala keperluan, diantaranya jual-beli, bertani, dan melangsungkan perkawinan. Barang siapa jatuh sakit di tanggal ini, dia akan segera pulih. Barang siapa terlahir di tanggal ini, dia akan menjadi seseorang yang penyantun yang dilimpahi keberkahan,  urusannya dapat meningkat (maju), dan menjadi orang yang jujur dalam bertutur dan yang senantiasa menepati janji.

Ini adalah sekelumit keterangan yang pelaksanaannya tergantung kepada keya-kinan seseorang. Tapi, tidaklah tercela jika ini dijadikan sebagai khazanah bagi ilmu peradaban Islam.




Minggu, 17 Januari 2021

KEWAJIBAN SUAMI

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. اما بعد :

Suami memiliki kewajiban yang harus ia penuhi terhadap istrinya. Terkadang laki-laki bersikap egois terhadap wanita, bahwa yang harus sholeh itu ada wanita. Sementara suami meskipun dia berbuat durhaka, seolah-olah tidak ada tuntutan untuk menjadi suami sholeh bagi sang istri. Padahal Islam mengajarkan harus adanya keseimbangan dalam segala aspek kehidupan manusia. Wanita harus sholeh, demikian pula dengan laki-laki. Dengan demikian, antara suami dan istri ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh keduanya.

Mengenai kewajiban seorang suami terhadap seorang istri, Rasulullah SAW bersabda :

اَوْصَانِى جِبْرِيْلُ عليه السلام بِالْمَرْأَةِ حَتَّى اِنَّهُ لَا يَنْبَغِى طَلاَقُهَا اِلاَّ مِنْ فَاحِشَةٍ بَيِّنَةٍ.

Malak Jibril AS telah memberikan wasiat kepadaku tentang perempuan, bahwasanya seorang wanita tidak seharusnya dijatuhi talak, kecuali karena perbuatan keji yang jelas.

Rasulullah SAW bersabda :

مَنِ احْتَمَلَ مِنِ امْرَأَتِهِ وَلَوْ كَلِمَةً وَاحِدَةً أَعْتَقَ اللّٰهُ رَقَبَتَهُ مِنَ النَّارِ وَاَوْجَبَ اللّٰهُ لَهُ الجَنَّةَ وَكَتَبَ لَهُ مِائَتَى اَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ مِائَتَى اَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ مِائَتَى اَلْفِ دَرَجَةٍ وَكَتَبَ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى بَدَنِهِ عِبَادَةَ سَنَةٍ.

Barangsiapa yang bersabar menghadapi perilaku istrinya, meskipun (dengan) satu kata, maka Allah akan membebaskan lehernya dari api neraka, dan Allah mewajibkan surga baginya, mencatatkan baginya 200000 kebaikan, menghapus darinya 200000 keburukan, mengangkat baginya 200000 derajat, dan Allah mencatatkan baginya dengan setiap helai rambut yang ada pada tubuhnya ibadah satu tahun.

Ada seseorang yang  bertanya kepada Abu Abdillah tentang hak seorang perempuan yang menjadi kewajiban seorang suami, maka jawab Abu Abdillah, "Dia harus membuat perut istrinya kenyang dan memberi pakaian untuk tubuhnya, dan jika istrinya tidak tahu, maka dia harus membuka pintu maaf untuknya. Se-sungguhnya Nabi Ibrahim khalilur-rohman mengadukan akhlak Siti Sarah kepada Allah Azza wa Jalla. Lalu Allah menurunkan kepadanya Wahyu, "Sesungguhnya seorang wanita itu bagaikan tulang rusuk. Jika kamu meluruskannya, maka dia akan putus, dan jika engkau membiarkannya, maka dia akan merasa senang dengan (perangai)nya. Aku (yang bertanya) berkata, "Siapa yang telah mengucapkan ini?". Kemudian, ia (Abu Abdillah) marah. Lalu ia berkata, "Ini, demi Allah, adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam". 

Konon kabarnya, Abu Abdullah memiliki Seorang Istri dan istrinya telah menyakiti-nya, kemudian Abu Abdillah memaafkan-nya. 


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, "Tidak ada seorang hamba pun yang berusaha (mencari rizki), kemudian memberi belanja kepada keluarganya, kecuali Allah akan memberinya pahala 700 kali lipat untuk setiap dirham yang ia belanjakan bagi keluarganya".

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, "Sebaik-baiknya lelaki dari umat-ku adalah mereka yang tidak berbuat congkak atas keluarga mereka, menyayangi mereka dan tidak mendholimi mereka". Kemudian Rasulullah membaca ayat, "Laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain". (Al Ayah).

Dari Al Baqir Radhiallahu anhu ia berkata," Barang siapa yang memiliki Seorang Istri, lalu tidak ia beri pakaian yang bisa menutupi auratnya dan tidak ia beri makan yang bisa menegakkan tulang rusuknya, maka menjadi hak Imam untuk memisahkan antara keduanya (suami - istri tersebut)".

Dan dari Abu Abdullah radhiallahu'anhu tentang firman Allah:

  وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ   

... dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. (65.Aṭ-Ṭalāq : 7)

Ia berkata, "Hendaklah ia membelanjai istrinya dengan apa yang bisa menegakkan punggungnya serta memberinya pakaian. Dan seandainya ia tidak melakukannya, maka antara keduanya semestinya diceraikan".

Dan dari Abu Abdillah Radhiallahu anhu, ia berkata, "Ketika turun ayat, "Wahai orang-orang yang beriman. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka",  maka duduklah salah seorang  laki-laki Muslim sambil menangis, dan ia berkata, " Sungguh aku tak mampu terhadap diriku sendiri. Aku telah membebani keluargaku". Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda "Cukuplah kamu perintahkan mereka untuk mengerjakan apa yang telah diperintahkan pada dirimu dan mencegah mereka dari apa yang telah dilarang untuk dirimu".

Dan (pula) dari Abu Abdillah RA, Sesungguhnya seorang wanita mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena ada suatu keperluan, maka beliau bersabda pada wanita tersebut, "Boleh jadi kamu termasuk para wanita yang menangguh-nangguhkan". Kemudian wanita itu bertanya, "Ya Rasulullah. Apakah maksudnya para wanita yang menangguh-nangguhkan itu?" Kemudian Rasulullah bersabda, "Yaitu seorang wanita yang dipanggil oleh suaminya untuk suatu keperluan,  wanita itu senantiasa menangguh-nangguhkannya, sehingga habislah hajat (kebutuhan) suaminya. Kemudian suaminya tidur. Maka wanita itu senantiasa dikutuk oleh para Malaikat, sampai wanita itu bangun dari tidur".

Dan dari Abu Abdillah radhiallahu'anhu, ia berkata, "Allah memberi Rahmat kepada seseorang yang berbuat baik dalam pergaulan antara dia dan istrinya. Maka sesungguhnya Allah telah menjadikannya pemilik jiwa istrinya dan telah menjadikannya pemimpin bagi istrinya".

Ba'dhul Fudhola telah berkata, "Keluarga seorang laki-laki itu adalah (bagai) tawanan (yang ada pada)nya. Hamba yang paling dicintai di sisi Allah adalah  yang paling baik perlakuannya terhadap tawanannya". Alkazym Radhiyallahu'anhu berkata, "Keluarga seorang laki-laki itu adalah bagai tawanan-tawanannya. Maka barangsiapa telah diberi nikmat oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka hendaklah ia bersikap lapang terhadap tawanan-perlawanannya. Kemudian, jika ia tidak mengerjakannya,  maka dekatlah sudah masa lenyapnya nikmat itu darinya". Khaulah radhiallahu anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, "Sesungguhnya aku memakai wewangian untuk suamiku seolah-olah aku pengantin baru yang mempersembahkan diri kepadanya. Kemudian aku mendatangi suamiku ke dalam selimutnya, lalu ia berpaling dari padaku. Kemudian, Aku datangi suamiku dari arah Mukanya, kemudian Ia pun berpaling dari padaku. Aku melihat suamiku sungguh marah padaku. Ya Rasulallah. Lalu apakah yang akan engkau perintahkan padaku?. Rasulullah bersabda, "Bertaqwalah kamu kepada Allah dan taatilah suamimu". Khaulah bertanya, "Apakah hakku yang menjadi kewajiban suamiku?". Rasul bersabda, "Hakmu yang menjadi kewajiban suamimu adalah kamu diberi makan dari apa yang ia makan dan diberi pakaian dengan apa yang ia pakai. Dan dia tidak menampar serta tidak menjelek-jelekkan". Khaulah bertanya, "Lalu apakah haknya yang menjadi kewajibanku?" Rasul bersabda, "Haknya yang menjadi kewajibanmu adalah kamu tidak boleh keluar dari rumahnya, kecuali atas izinnya. Kamu tidak boleh berpuasa sunat, kecuali atas izinnya. Kamu tidak boleh mengeluarkan sedekah dari rumahnya, kecuali atas izinnya. Dan jika suamimu mengajakmu di atas punggung sekedup unta, maka kamu harus memenuhinya". Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya wanita itu adalah bagai barang mainan. Maka barangsiapa telah mengambil mainannya, maka hendaklah ia menjaganya". 

Ali Radhiallahu Anhu berkata kepada Muhammad bin Hanafiah, "Wahai anakku. jika kamu kuat,  maka harus kuatlah untuk taat kepada Allah. Jika kamu lemah, maka harus lemahlah dari maksiat kepada Allah. Dan jika kamu mampu untuk tidak mengekang wanita dari urusannya yang bisa memaafkan dirinya, maka lakukanlah, karena itu lebih menjaga kehormatannya, lebih membuat hatinya  murah, dan dapat membuat perilakunya lebih baik. Maka sesungguhnya wanita itu adalah peng-hidupan. Tetapi, ia bukan tenaga singkal bajak. Dengan demikian, kedudukan wanita itu diatas segala hal. Baguskanlah pergaulan hidup bersama sang istri, tentu kehidupan-mu akan jernih (mudah dan bahagia)".


Senin, 22 Juni 2020

MENYIKAPI PERBUATAN ORANG LAIN

Terkadang kita menduga orang lain sok tahu, padahal kita sendiri sebenarnya yang sok tahu. Terkadang kita menuduh orang lain sombong, padahal kesombongan itu justru sedang mengepung kita. Terkadang kita menilai orang lain congkak, padahal kecongkakan itu sebenarnya sedang menghinggapi diri kita. Dan teruslah sifat-sifat buruk senantiasa kita tuduhkan kepada orang lain. Tanpa kita sadari, sebenarnya sifat-sifat buruk yang kita tuduhkan itu mengarah kepada diri kita sendiri.
Jika kita menyadari bagaimana hakikat dari tuduhan kita terhadap orang lain, tentu kehidupan ini akan terasa nyaman dan ringan. Kita tidak akan merasa, bahwa kita sedang berada dalam kesengsaraan. Kita tidak akan merasa, bahwa diri kita tersakiti oleh orang lain. Kita tidak akan merasa, bahwa diri kita tertekan. Dan secara bersamaan orang lain pun akan ikut merasa sebagaimana yang kita rasakan.
Dalam kehidupan sosial kemanusiaan agar kita merasa nyaman, kita harus senantiasa berpraduga baik terhadap orang lain dengan dilandasi pengetahuan pergaulan yang baik pula. Adanya perasaan kita yang tidak nyaman ketika kita berada di tengah-tengah mereka disebabkan oleh perasaan kita terhadap orang lain yang terlalu berlebihan. Pantas Nabi SAW pernah bersabda :
اِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحـَدِيْثِ
Waspadalah dengan prasangka, sebab prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.
Terkadang kita sudah berbaik sangka terhadap orang lain, tapi justru orang lain yang berburuk sangka kepada kita. Lahirlah ketidaknyamanan pada diri kita. Terpaksa kita memaksakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang terbaik agar orang lain berprasangka baik kepada kita, padahal kita tak mampu sebenarnya melakukannya. Jika hal ini terus menerus kita lakukan, maka kita sebenarnya sudah memaksa diri kita masuk ke dalam kebinasaan. Kita harus tahu, bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain untuk menyukai kita, dan kita pun tidak dapat memaksa diri kita untuk menyukai orang lain. Rasa suka dan benci itu adalah sunnatullah. Kita di dunia ini hanya diberi tugas untuk melakukan kebaikan karena Allah semaksimal mungkin tanpa melihat sikap orang lain kepada kita. Cuma Allah memberikan solusi dalam pergaulan kita dengan firmanNya :
وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ
Dan berpalinglah kamu dari orang-orang jahil.
Alangkah indahnya jika kita menyederhanakan sikap kita terhadap lingkungan tempat kita bergaul, karena hanya kesederhanaanlah yang dapat membuat kita nyaman dalam bergaul.

Ditulis oleh :
Muh. Sofwan Sy

Rabu, 27 Mei 2020

KEUTAMAAN AYAT-AYAT AL QUR'AN (Lanjutan2)

KEUTAMAAN BASMALAH


Diriwayatkan ketika Basmalah yang mulia turun, gunung-gunung bergetar. Lalu malaikat Zabaniah berkata, "Barangsiapa membaca basmalah, maka dia tidak akan masuk neraka".
Basmalah memiliki 19 huruf sesuai dengan jumlah para malaikat yang diperintahkan untuk mengurus api neraka.
Jadi, Barangsiapa banyak menzikirkan basmalah,  maka dia akan diberi Wibawa di alam atas dan alam bawah. Wibawa tersebut adalah Wibawa yang dipergunakan Allah untuk memperkuat kedudukan kerajaan Nabi Sulaiman Alaihissalam.
Barangsiapa  menuliskan basmalah 600 kali, lalu tulisan Basmalah tersebut senantiasa ia bawa, maka dia akan diberi Wibawa di hati para makhluk.
Dari sebagian Solihin, bahwasanya dia telah berkata, "Barang siapa menulis basmalah sebanyak 625 kali, lalu tulisan Basmalah tersebut senantiasa ia bawa, maka Allah  akan memberinya wibawa yang besar yang tak seorang pun mampu untuk melakukan keburukan padanya dengan seizin Allah Subhanahu Wa Ta'ala". Dan sebagian shalihin tersebut berkata, " Sungguh aku telah mencoba hal tersebut dan ternyata benar Alhamdulillah."

Diantara keistimewaan basmalah.
1. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh sebagian orang-orang Shalih, " Sesungguhnya barangsiapa menulis Basmalah di satu lembar kertas sejak dari awal hari dari bulan Muharram sebanyak 113 kali, lalu tulisan Basmalah tersebut ia bawa,  maka tak akan pernah sampai kepadanya hal-hal yang tidak ia sukai sepanjang umurnya."
2.  Barang siapa membaca basmalah sebanyak 12000 kali, di akhir setiap 1000 kali ia membaca sholawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan memohon kepada Allah apa yang menjadi hajatnya, lalu ia kembali membaca basmalah, dan dan hal tersebut dia lakukan tiap kali ia telah sampai pembacaan basmalah 1000 kali, hingga selesai 12000 kali, dengan seizin Allah kebutuhannya akan terpenuhi sebagaimana adanya.
3.  Bila Basmalah dibaca sebanyak bilangan huruf-hurufnya yaitu 786 kali selama 7 hari berturut-turut dengan niat untuk urusan apa saja, baik untuk menarik kebaikan atau untuk mencegah adanya keburukan, maka dia akan memperoleh  hal itu dengan sempurna, atau bisa juga dengan niat untuk melariskan dagangannya, maka dagangannya akan laris dengan seizin Allah.

Sekian dulu

Sabtu, 16 Mei 2020

SHOLAT HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA

A. Hukum Sholat Ied.
هي سنة وقيل فرض كفاية وتشرع جماعة المنفرد والعبد والمرأة والمسافر
Sholat hari raya idul fitri dan idul adha adalah sunat, menurut satu pendapat fardhu kifayah, dan disyari'atkannya de-ngan berjamaah. (Sholat hari raya juga) sunat bagi  yang sendirian, budak, wanita, dan orang bepergian.

B. Waktu Pelaksanaan Sholat Ied.
ووقتها بين طلوع الشمس وزوالها
Waktu sholat hari raya adalah antara terbit matahari dan bergesernya matahari dari titik kulminasi atas.
ويسن تأخيرها لترتفع كرمح
Dan disunahkan sholat hari raya diakhir-kan pelaksanaannya hingga matahari me-ninggi setumbak.

C. Jumlah Rakaat Sholat Ied.
Salat hari raya (Idul Fitri, Idul Adha) adalah 2 rokaat yang seseorang ber Takbiratul Ihram dengan 2 rokaat tersebut, kemudian membaca doa iftitah, lalu bertakbir 7 Kali, yang di antara setiap dua takbirnya mesti diam seukuran membaca satu ayat yang sedang. Dalam keadaan diam tersebut, seseorang dianjurkan untuk membaca tahlil, takbir, dan tamjid. Dan baiknya mengucapkan subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Setelah itu membaca ta'awudz dan membaca surah. Pada rakaat yang kedua sebelum membaca Suroh seseorang hendaklah bertakbir 5 kali. Hendaklah orang yang shalat ied mengangkat kedua tangannya pada semua takbir tersebut.

C. Status Takbir-Takbir dalam Sholat Ied.
Takbir-takbir dalam salat Idul Fitri, Idul Adha bukanlah fardu dan juga tidak termasuk ab'adh sholat. Apabila seseorang lupa mengucapkan takbir-takbir dalam sholat iednya dan ia sudah mulai masuk ke dalam pembacaan surah, maka ucapan-ucapan takbir tadi menjadi luput darinya. Menurut qaul Qodim Imam Syafi'i orang tersebut boleh bertakbir selama tidak mengangkat kedua tangannya.

D. Suroh-Suroh Al Quran yang sebaiknya dibaca di dalam sholat ied.
Pada rakaat pertama salat hari raya seseorang setelah al-fatihah membaca surah qaf,  sedangkan pada rakaat yang kedua membaca iqtarobat sampai tuntas dengan suara yang keras.
Setelah salat hari raya disunahkan mela-kukan dua kali khutbah yang rukun-rukunnya sama seperti rukun-rukun khutbah Jumat. Dalam hari raya Idul Fitri yang khutbah harus memberitahu manusia tentang zakat fitrah, sedangkan pada hari Raya Idul Adha yang khutbah dalam khutbahnya harus memberitahu tentang berkurban.

Pada khutbah pertama khotib harus membuka khotbah nya dengan ucapan 9 kali takbir. Sedangkan untuk khutbah yang kedua 7 Kali takbir berturut-turut.

E. Kesunahan Dalam Menjalankan Sholat Hari Raya.
Disunnahkan mandi. Kesunahan Mandi Masuk waktunya pada tengah malam. Menurut 1 pendapat waktu mandi itu adalah di waktu Fajar. Dan disunnahkan pula untuk memakaian wewangian dan berhias diri seperti sholat jum'at.

F. Tempat Melaksanakan Sholat Hari Raya.
Sholat hari raya lebih utama dilaksanakan di mesjid. Tapi, menurut satu pendapat lebih utama di lapangan, kecuali jika ada halangan.

G. Sikap Imam dan Makmum.
Sebaiknya seseorang mencari penggantinya untuk melaksanakan sholat hari raya jika dia akan melaksanakan sholat hari raya dengan orang-orang yang lemah. Dan dia sebaiknya pergi memakai suatu jalan dan pulang memakai jalan lain. orang-orang sebaiknya pergi sholat hari raya pagi-pagi, sementara imam hadir di tempat sholat ketika sholat hari raya akan dilaksanakan. Tapi, untuk sholat Idul Adha Imam harus pergi dengan segera.

H. Kesunahan Sebelum Sholat Hari Raya.
Sebelum sholat hari raya Idul Fitri dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Sedangkan, untuk sholat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan dulu. Dan dianjurkan untuk pergi sholat hari raya berjalan dengan tenang. Sebelum menlaksanakan sholat hari raya tidak makruh seseorang yang bukan imam melaksanakan sholat sunat.

Wallahu A'lam.


Rabu, 06 Mei 2020

KEUTAMAAN AYAT-AYAT AL QURAN (Lanjutan 2)


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء
والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد
Lanjutan 2
Kita lanjutkan kembali bahasan kita.
Diantara keistimewaan S. Al-Qadr juga adalah :
- Barang siapa menulis S. Al-Qadr beserta menulis nama seseorang dan nama ibunya di secarik kain dari pakaian seseorang dengan menggunakan tinta Za'faron, kemudian kain tersebut ia lipat  lalu ia letakkan di dada orang itu dalam keadaan sedang tidur, maka sesungguhnya ia akan diberitahu semua yang sudah diperbuatnya sepanjang umurnya. Kain tersebut harus diletakkan di dada ketika seseorang itu sedang tidur terlelap, baik laki-laki maupun perempuan .
- sebagian ulama telah berkata :
ان من قرأها ستا وثلاثين مر ة على ماء ورش به ثوبا جديدا ولبسه لم يزل فى سعة رزق ما دام الثوب عليه
Sesungguhnya orang yang membaca S. Al-Qadr 36 x pada air, dan air itu ia percikkan pada baju yang baru, lalu baju baru tersebut ia pakai, maka dia akan selalu ada dalam kelapangan rizki selama baju baru tersebut melekat di tubuhnya.
- ada sebuah tulisan seorang ulama yang menerangkan begini :
ان من قرأ سورة القدر وسورة الإخلاص عشر مرات على ماء طاهر ونضح به ثوبا جديدا لم يزل لابسه فى ارغد عيش ما دام الثوب عليه
Sesungguhnya orang yang membaca S.Al-Qadr dan S. Alikhlas 10 x pada air yang suci, kemudian air tersebut ia percikan pada baju yang baru, maka orang yang memakai baju tersebut akan senantiasa berada dalam kehidupan yang nyaman selama baju tersebut melekat di tubuhnya.
- ada sebuah hadits yang berbunyi :
عن النبي صلعم أنه قال من أخذ من تراب القبر حال الدفن بيده وقرأ عليه إنا أنزلناه فى ليلة القدر سبع مرات وجعله مع الميت فى كفنه أو قبره لم يعذب ذلك الميت فى قبره
Dari Baginda Nabi saw, sesungguhnya dia telah bersabda, "Barangsiapa mengambil sebagian tanah kubur dengan tangannya ketika kubur digali, dan pada tanah yang diambilnya tersebut ia bacakan S. Al-Qadr 7 balik, lalu tanah tersebut ia letakkan bersama mayat ke dalam kain kapannya atau kuburnya, maka mayat tersebut tak akan disiksa di dalam kuburnya.
Menurut Syekh Al Syibromalasi, "Sebaiknya keadaan tanah itu adalah bukan dari kubur jika kuburnya digali /dibongkar".
Selesai.

Senin, 04 Mei 2020

KEUTAMAAN AYAT-AYAT AL QUR'AN (lanjutan1)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين اما بعد

Kita lanjutkan kembali bedah ilmu kita. Para ulama sebagai pewaris Nabi tidak mungkin akan menyampaikan sesuatu yang kurang baik kepada kita. Pada umumnya para ulama senantiasa menyampaikan apa yang telah mereka alami ketika mereka telah mengamalkan suatu amalan. Hal ini mereka maksudkan untuk memberi atikan khusus bagi para folowernya, agar mereka mudawamah dan ikhlas dalam menjalankan syariat keagamaan.
 Sebagai contoh: ada seorang ulama yang berkata,
رأيت بخط بعض العلماء أن من كانت له الى الله حاجة فليقرأ سورة إنا أنزلناه إحدى وأربعين مرة ويدعو بهذا الدعاء المتقدم إحدى وأربعين مرة ويسأل الله حاجته فإنها تقضى إن شاء الله
Aku berkeyakinan melalui tulisan sebagian ulama, bahwasannya orang yang mempu-nyai hajat kepada Allah, hendaklah ia membaca S. Innaa Anzalnaahu (Al-Qadr) 41 kali, kemudian membaca do'a yang sudah disebutkan di muka ini 41 kali, lalu memohon hajatnya kepada Allah, Insya Allah hajatnya dikabulkan.
Hal ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan ulama tidak terlepas dari ilmu dan pengalaman yang pernah mereka alami.
Oleh karena itu, untuk mempercayainya why not. Kita merasa bahwa do'a kita tidak terkabul, padahal tidak ada do'a yang tak terkabul, karena Allah maha mengabulkan do'a kita. Cuman diri kita lah sebenarnya yang sudah menjatuhkan prasangka yang tidak baik kepada Allah, gilirannya kita juga yang mengalami impasnya.

Mari kita bincangkan khasiat-khasiat S. Al-Qadr. Menurut sebagian ulama :

أن من قرأها الف مرة يوم الجمعة لم يمت حتى يرى النبى
صلعم فى منامه

Sesungguhnya orang yang membaca S.Al-Qadr 1000 x pada hari jum'at, maka dia tidak mati kecuali dia melihat Nabi SAW dalam mimpinya.

Sekian dulu obrolan kita, Insya Allah dilanjutkan....