Peninjau

Senin, 04 Mei 2020

KEUTAMAAN AYAT-AYAT AL QUR'AN (lanjutan1)


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين اما بعد

Kita lanjutkan kembali bedah ilmu kita. Para ulama sebagai pewaris Nabi tidak mungkin akan menyampaikan sesuatu yang kurang baik kepada kita. Pada umumnya para ulama senantiasa menyampaikan apa yang telah mereka alami ketika mereka telah mengamalkan suatu amalan. Hal ini mereka maksudkan untuk memberi atikan khusus bagi para folowernya, agar mereka mudawamah dan ikhlas dalam menjalankan syariat keagamaan.
 Sebagai contoh: ada seorang ulama yang berkata,
رأيت بخط بعض العلماء أن من كانت له الى الله حاجة فليقرأ سورة إنا أنزلناه إحدى وأربعين مرة ويدعو بهذا الدعاء المتقدم إحدى وأربعين مرة ويسأل الله حاجته فإنها تقضى إن شاء الله
Aku berkeyakinan melalui tulisan sebagian ulama, bahwasannya orang yang mempu-nyai hajat kepada Allah, hendaklah ia membaca S. Innaa Anzalnaahu (Al-Qadr) 41 kali, kemudian membaca do'a yang sudah disebutkan di muka ini 41 kali, lalu memohon hajatnya kepada Allah, Insya Allah hajatnya dikabulkan.
Hal ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan ulama tidak terlepas dari ilmu dan pengalaman yang pernah mereka alami.
Oleh karena itu, untuk mempercayainya why not. Kita merasa bahwa do'a kita tidak terkabul, padahal tidak ada do'a yang tak terkabul, karena Allah maha mengabulkan do'a kita. Cuman diri kita lah sebenarnya yang sudah menjatuhkan prasangka yang tidak baik kepada Allah, gilirannya kita juga yang mengalami impasnya.

Mari kita bincangkan khasiat-khasiat S. Al-Qadr. Menurut sebagian ulama :

أن من قرأها الف مرة يوم الجمعة لم يمت حتى يرى النبى
صلعم فى منامه

Sesungguhnya orang yang membaca S.Al-Qadr 1000 x pada hari jum'at, maka dia tidak mati kecuali dia melihat Nabi SAW dalam mimpinya.

Sekian dulu obrolan kita, Insya Allah dilanjutkan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar