بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشف الانبياءوالمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد
أما بعد
Al Qur'an banyak memiliki keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan Al Qur'an baru bisa dirasakan oleh seseorang ketika dia dawam membaca Al Qur'an dan yakin dengan yang dibacanya. Ketika seseorang diterpa keraguan dalam membaca Al Qur'an, maka saat itu keimanan seseorang sedang berkurang. Di saat keimanan kita sedang berkurang, maka di saat itu pulalah keutamaan Al Qur'an tidak pernah akan terasa oleh kita. Hal sama seperti kita makan. Meskipun makanan yang ada di hadapan kita lezat, jika selera makan kita sedang berkurang karena berbagai alasan, maka makanan tersebut akan kita rasakan gambar, tak akan terasa apa.
Oleh karena itu, agar keutamaan Al Qur'an dapat kita rasakan, maka kita harus berada dalam kondisi yang tidak berlebihan, baik emosi maupun kondisi.
Kita saat ini sedang berada di bulan suci Ramadhan. Alangkah tidak ada salahnya kita menengok sedikit kepada S. Al-Qadr, karena isi dari Al-Qadr itu sendiri membahas tentang turunnya Al Qur'an.
Seorang ulama pernah berkata berkaitan dengan keutamaan Al Qadr :
Oleh karena itu, agar keutamaan Al Qur'an dapat kita rasakan, maka kita harus berada dalam kondisi yang tidak berlebihan, baik emosi maupun kondisi.
Kita saat ini sedang berada di bulan suci Ramadhan. Alangkah tidak ada salahnya kita menengok sedikit kepada S. Al-Qadr, karena isi dari Al-Qadr itu sendiri membahas tentang turunnya Al Qur'an.
Seorang ulama pernah berkata berkaitan dengan keutamaan Al Qadr :
اعلم ان هذه السورة جليلة القدر و مشهورة الذكر لطلب الغنى والخير
Ketahuilah. Sesungguhnya S. Al-Qadr ini sangat agung derajatnya dan masyhur pula namanya (bisa diamalkan) untuk mencari kekayaan dan kebaikan.
Diantara keagungannya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pernah ada kejadian seseorang mengeluh kepada Al Faqih Al Imam Al Waly Al Kabir Ahmad bin Musa bin Ujail tentang kondisinya yang sangat fakir. Kemudian, dia disarankan oleh Al Faqih untuk memperbanyak membaca S. Al-Qadr lalu membaca do'a berikut :
Diantara keagungannya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pernah ada kejadian seseorang mengeluh kepada Al Faqih Al Imam Al Waly Al Kabir Ahmad bin Musa bin Ujail tentang kondisinya yang sangat fakir. Kemudian, dia disarankan oleh Al Faqih untuk memperbanyak membaca S. Al-Qadr lalu membaca do'a berikut :
ٌاَللّٰهُمَّ يَا مَنْ هُوَ يَكْتَفِى عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ وَ لاَ يَكْتَفِى عَنْهُ اَحَد ِمِنْ خَلْقِهِ يَا اَحَدُ مَنْ لاَ اَحَدَ لَهُ انْقَطَعَ الرَّجَاءُ اِلاَّ مِنْكَ وَخَابَتِ الآمَالُ اِلاَّ فِيْكَ وَ سُدَّتِ الطُّرُقُ إِلاَّ اِلَيْكَ يَا غِيَاثَ المُسْتَغِيْثِيْنَ أَغِثْنِى
أغثنى dibaca tujuh kali.
Insya Allah dilanjut sampai disini dulu.
أغثنى dibaca tujuh kali.
Insya Allah dilanjut sampai disini dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar