Dalam Mengaji kitab, diperlukan antara pembimbing dan terbimbing memiliki etika, baik etika pergaulan antara pembimbing dan terbimbing, etika membaca, maupun etika terhadap materi bimbingan. Jika etika tersebut diabaikan, tujuan yang ingin dicapai oleh kedua belah pihak tidak akan terwujud.
Diantara etika pengkajian kitab yang harus ada diantara pembimbing dan terbimbing adalah :
1. Tashih al niyah (masing -masing harus meluruskan niat).
2. Tahsin Al Khuluk (memperbaiki budi pekerti)
3. Al Tathahur Min A'radh Al Dunya (membersihkan jiwa dari pengaruh-pengaruh dunia).
Etika untuk seorang pembimbing secara perseorangan adalah :
1. An yusmi'a idza ihtaja ilaihi (harus siap menyampaikan materi jika sudah diperlukan).
2. Jangan membahas di suatu tempat sesuatu yang di tempat itu sudah ada orang yang pantas untuk membahasnya, melainkan menyerahkan urusan itu kepadanya.
3. Tidak membiarkan seseorang menyampaikan niat yang tidak baik berkenaan dengan penyampainnya.
4. Bersih jiwa dan lahir.
5. Duduk di hadapan para terbimbing dengan wibawa.
6. Jangan berbicara sambil berdiri, dan jangan tergesa-gesa, kecuali benar-benar diperlukan.
7. Jangan ngobrol di jalanan, kecuali jika memang dibutuhkan.
8. Berusaha untuk tidak berbicara/menjawab jika khawatir lupa, atau omongan bisa berubah disebabkan sakit atau sudah terlalu lanjut usia.
9. Usahakan untuk memiliki badal (asisten) yang cerdas ketika mengambil situasi pemberian materi.
Sekian dulu ....nanti dilanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar